Kajian berbasis data · Pemilu 2024

Mengapa pemilih memilih: lingkungan, identitas, atau akal?

Sebuah riset perilaku pemilih — dari skala nasional hingga studi kasus Sulawesi Selatan dan Banten. Tiga pendekatan klasik untuk membaca satu pertanyaan: apa yang sebenarnya menggerakkan pilihan politik.

SCROLL
0%
Partisipasi Pilpres 2024
0%
Pemilih muda (Gen Z + Milenial)
0%
Anggap politik uang wajar
0 jt
DPT Banten 2024
01 · Skala Nasional

Pemilu paling "muda" dalam sejarah

Pemilu 14 Februari 2024 diikuti ±204,8 juta pemilih tetap (DPT). Partisipasi tetap tinggi — Pilpres 81,78% — meski sedikit turun dari 2019. Yang paling menentukan: pemilih muda (Gen Z + Milenial) kini mencapai 53,39% DPT menurut KPU, dan CSIS memproyeksikan hingga mendekati 60%. Siapa yang merebut pemilih muda, berpeluang besar merebut pemilu.

TingkatanNasionalSulsel
Pilpres81,78%80,57%
DPR RI (Pileg)81,42%80,43%
DPD80,43%
DPRD Provinsi80,32%

Tapi pemilih datang ke TPS dengan alasan yang sangat beragam. Persoalannya bukan "apakah orang memilih", melainkan "mengapa" mereka memilih. Untuk menjawabnya, ilmu politik punya tiga lensa klasik — dan ketiganya masih hidup di Pemilu 2024.

02 · Kerangka Analisis

Tiga pendekatan, satu potret pemilih

Perilaku memilih sejak lama dijelaskan lewat tiga mazhab: sosiologis, psikologis, dan rasional. Ketiganya tetap relevan — dan saling bertumpuk — di Pemilu 2024.

S

Sosiologis

Pilihan dibentuk lingkungan: keluarga, agama, etnis, geografi, dan ikatan patronase. "Kamu memilih karena lingkunganmu." — mazhab Columbia.

P

Psikologis

Pilihan dibentuk keterikatan partai, orientasi pada tokoh, dan isu yang dikonsumsi. "Kamu memilih karena identitas & isu." — mazhab Michigan.

R

Rasional

Pilihan dibentuk penilaian terhadap visi-misi dan rekam jejak. "Kamu memilih karena hitungan akal." — mazhab pilihan rasional.

03 · Pendekatan Sosiologis

Di akar rumput: patronase & politik uang

Ikatan sosial — keluarga, tokoh, agama, dan pertukaran materi — masih menjadi penggerak terkuat di banyak daerah. Politik uang justru kian dinormalisasi: hampir separuh pemilih kini menganggapnya "biasa". Di sinilah uang bekerja sebagai perekat sosial, bukan sekadar transaksi.

Respon pemilih saat ditawari uang

Exit poll Indikator Politik Indonesia, 14 Feb 2024
46.9

Anggap "biasa" — naik dari 32,1%

Yang menilai politik uang "tidak wajar" turun dari 67,2% (2019) ke 49,6% (2024).

35

Menentukan pilihan karena uang

Naik dari 28% di 2019. Hanya 8% pemilih yang tegas menolak.

90+144

Temuan & laporan Bawaslu

Modus bergeser ke digital: e-wallet, transfer saldo, aset digital.

93,72%

Kota Parepare (Sulsel)

Survei internal partai: responden memilih karena uang (perlu verifikasi independen).

68%

Kabupaten Pinrang (Sulsel)

Riset akademik: politik uang berpengaruh 68% terhadap keputusan memilih caleg.

16

Dugaan politik uang Sulsel

Tersebar di Soppeng, Enrekang, Wajo, Luwu Timur, Gowa, Bulukumba, Bone, Sidrap.

04 · Pendekatan Psikologis

Identitas partisan & perang narasi digital

Pilihan juga dibentuk oleh keterikatan pada partai, ketokohan, dan isu yang dikonsumsi — kini lewat media sosial. Tapi medan digital justru menjadi ruang paling rawan disinformasi, menciptakan "ruang gema" yang memperkuat bias pemilih.

2.119

Hoaks semester I 2024

Hampir menyamai total setahun 2023. 48,9% bertema politik (Mafindo).

62,9%

Teks + video

Hoaks makin memanfaatkan konten visual. Saluran utama: TikTok (26,7%) & YouTube (25,4%).

60%

Tak kenali hoaks

Warga tak mengenali hoaks "WNA diberi KTP"; 52,2% netizen tak mengecek info yang diterima.

05 · Pendekatan Rasional

Kompetensi & rekam jejak tetap punya pasar

Sebagian pemilih — terutama anak muda — menilai visi-misi dan rekam jejak secara dingin. Mereka memilih karena kapasitas, bukan amplop. Ini kabar penting: uang "membuka pintu", tapi tidak otomatis memenangkan suara.

60%

Pemilih pemula

Memprioritaskan program kerja & rekam jejak di atas afiliasi partai.

48,4%

"Terima uang, pilih nurani"

Blok terbesar: menerima uang (realitas ekonomi) tapi suara tetap ditentukan keyakinan.

45%

Terpapar berita palsu

Pemilih pemula yang pernah menemui berita palsu politik di media sosial.

06 · Studi Kasus Banten

Banten: dinasti, jawara, dan pemilih muda

Banten adalah laboratorium politik patronase — dinasti politik yang mengakar, budaya jawara, dan jaringan kekerabatan. Namun di bawahnya, struktur pemilih sedang berubah: makin muda dan makin digital.

Komposisi generasi DPT Banten 2024

DPT 8.842.646 pemilih (8 kab/kota, 12 dapil)
55,8%

Andra Soni–Dimyati

Pemenang Pilgub Banten 2024 (3.102.501 suara) vs Airin–Ade 44,12%.

66%

Partisipasi Pilgub Banten

66,05% (naik dari 62,02% di 2017) — tetap di bawah rata-rata nasional.

605

Kandidat dinasti (nasional)

19,5% kandidat Pilkada 2024 berafiliasi politik dinasti. Banten jadi contoh klasik "dinasti gurita".

07 · Sintesis

Satu pemilih, tiga lapis pengaruh

Ketiga pendekatan tidak saling meniadakan — pemilih 2024 memadukan semuanya. Lingkungan (uang, patronase, dinasti) membentuk preferensi dasar; identitas & isu (partai, media sosial) membingkai pilihan; dan akal (kompetensi, rekam jejak) menjadi penentu akhir bagi sebagian besar.

Lapisan pengaruhPenggerak utamaSinyal data 2024
SosiologisUang, patronase, dinasti46,9% anggap wajar
PsikologisPartai, isu, disinformasi2.119 hoaks
RasionalVisi-misi, rekam jejak60% pemula · 48,4% nurani
±56%

Yang tidak mengikuti uang

48,4% "pilih nurani" + 8% menolak = mayoritas pemilih tetap berpegang pada pertimbangan non-materi. Ini ruang yang bisa dimenangkan lewat kerja nyata, bukan adu logistik.

08 · Sumber

Semua angka bisa diverifikasi

Data resmi negara (Bawaslu, KPU), survei nasional (Indikator), riset akademik, dan jurnal terindeks. Beberapa angka bersifat indikasi — ditandai jelas.

Kerangka & perilaku memilih
Simanullang, A. A., dkk. (2023). "Analisis Perilaku Memilih Masyarakat untuk Pemilu 2024..." — tiga pendekatan sosiologis/psikologis/rasional. doi.org/10.46880/methoda.Vol13No2.pp86-93
Politik uang & perilaku pemilih
Indikator Politik Indonesia — Burhanuddin Muhtadi, exit poll 14 Feb 2024 (2.975 responden, MoE ±1,8%). fulcrum.sg
Bawaslu RI — 90 temuan + 144 laporan politik uang. akurat.co
Partisipasi & pemilih muda
KPU via Kompas — partisipasi nasional 81,78% (Pilpres) / 81,42% (Pileg). kompas.id
Pemilih muda (Gen Z+Milenial) 53,39% DPT (KPU); CSIS proyeksi ~60%. jurnal.stmiki.ac.id
Disinformasi & hoaks
Mafindo — 2.119 hoaks semester I 2024, 48,9% bertema politik, TikTok 26,7% / YouTube 25,4%. mafindo.or.id
Mafindo — literasi hoaks "sedang": 60% tak kenali hoaks WNA-KTP. mafindo.or.id
Banten
Pemprov Banten — DPT 8.842.646, didominasi milenial 40,04%. bantenprov.go.id
Antara — Pilgub Banten 2024: Andra Soni–Dimyati 55,8%, partisipasi 66,05%. banten.antaranews.com
PolGov UGM — 605 kandidat dinasti (19,5%) Pilkada 2024. fisipol.ugm.ac.id
Catatan kualitas data
Angka Parepare berasal dari bocoran survei internal partai (perlu verifikasi). Studi Pinrang memakai sampel kecil (n=99). Keduanya indikasi arah, bukan presisi nasional. Data Bawaslu & KPU adalah data resmi yang lebih kokoh.